Moh. Sanusi Hardjadinata
Moh. Sanusi Hardjadinata merupakan rektor ke-3 Unpad yang lahir di Kampung Nanggewer pada 1914. Pada awalnya, nama asli dari Moh. Sanusi Hardjadinata adalah Samaun. Selama masa kecilnya, Sanusi Hardjadinata kerap kali berpindah-pindah tempat tinggal. Sanusi Hardjadinata bersekolah di Hollandsch Inlandsche School (HIS) dan kemudian melanjutkan ke Hollandsch Inlandsche Kweekschool, yaitu sebuah sekolah untuk pendidikan guru. Pada 1933, ia melanjutkan pendidikannya ke Onderbouw HIK, yaitu suatu Diploma Mulo B. Selanjutnya, pada 1936, ia melanjutkan pendidikannya ke Bovenbouw HIK. Di tahun ini pula, ia mulai bekerja sebagai guru. Awalnya, ia menjadi guru di HIS Muhammadiyah, Kramat, Betawi. Kemudian, ia mengajar di HIS Muara Dua Lampung, Sumatera Selatan. Setelah itu, ia kembali ke Bandung dan mengajar di HIS Pasundan, tetapi pada 1939 berpindah ke Inheemsche MULO Pasundan.
Setelah beberapa tahun mengajar, Moh. Sanusi Hardjadinata memutuskan berhenti menjadi guru dan mencoba untuk berwirausaha dengan menjadi tukang karcis bioskop, berdagang soto serta membangun Badan Oesaha Perekonomian yang difasilitasi oleh Oto Iskandar Dinata. Usaha dagangnya di Badan Oesaha Perekonomian ini berkembang dengan baik. Di sisi lain, setelah kemerdekaan RI, Sanusi Hardjadinata terpilih menjadi anggota KNID Keresidenan Priangan sebagai wakil kalangan pedagang. Setelah itu, Sanusi Hardjadinata diangkat menjadi Dewan Pemerintahan Harian Keresidenan Priangan. Bukan hanya itu saja, tetapi pada 1 September 1945, ia diangkat menjadi Wakil Residen Priangan untuk membantu R. Indung Ardiwinangun. Pada 1950, Sanusi Hardjadinata sempat menjadi Komisaris Republik Indonesia Serikat untuk Jawa Barat, dan setelahnya diangkat menjadi Residen Priangan RI. Puncak karier dari Moh. Sanusi Hardjadinata adalah saaat menjadi Gubernur Jawa Barat pada 1951. Ia berperan besar dalam penyusunan pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika 1955.
Pada saat menjabat sebagai gubernur, di tahun 1956 Sanusi Hardjadinata turut membantu dalam pendirian Universitas Padjadjaran dan berperan sebagai pelindung. Setelah selesai menjadi gubernur, Sanusi Hardjadinata kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Djuanda (Kabinet Karya) dan dilantik pada 9 April 1957. Setelah tiga tahun menjabat, Sanusi Hardjadinata kemudian diangkat sebagai Duta Besar untuk Republik Persatuan Arab (Mesir) di Kairo selama empat tahun. Setelahnya, Sanusi Hardjadinata kembali ke Indonesia dan kemudian diminta Presiden Soekarno untuk memimpin Universitas Padjadjaran. Sanusi Hardjadinata menjabat sebagai Rektor Unpad sejak 20 April 1964. Pada 1966, Sanusi Hardjadinata menyerahkan jabatan rektor kepada Prof. R. S. Soeria Atmadja karena ia diangkat sebagai Menteri Utama Bidang Industri dan Pembangunan.
Pada 1975, Sanusi Hardjadinata diangkat sebagai Dewan Pertimbangan Agung, dan setelahnya, pada 20 Februari 1975, Sanusi Hardjadinata diangkat menjadi Ketua Umum PDI dan menjabat selama lima tahun. Diakhir kariernya, fokus Sanusi Hardjadinata adalah menjadi pemerhati Unpad, dan menjadi anggota Dewan Penyantun. Moh. Sanusi Hardjadinata wafat pada 12 Desember 1995 dan dimakamkan di TPU Sirnaraga, Bandung.